Gigi Depan Renggang, Apa Penyebab dan Pilihan Perawatannya?

Gigi Depan Renggang, Apa Penyebab dan Pilihan Perawatannya?
Drg Richyani Putri
Gigi Depan Renggang, Apa Penyebab & Pilihan Perawatannya?

Gigi depan renggang adalah kondisi ketika terdapat celah di antara dua gigi depan. Dalam istilah kedokteran gigi, kondisi ini disebut diastema. Celah sebenarnya dapat muncul di antara gigi mana pun, tetapi paling sering terlihat pada dua gigi seri bagian depan.

Pada sebagian orang, gigi renggang tidak menimbulkan masalah kesehatan dan justru menjadi ciri khas senyuman. Namun, celah yang baru muncul, semakin lebar, atau disertai keluhan pada gusi perlu diperiksakan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan pergeseran gigi atau masalah jaringan penyangga gigi.

Apa Penyebab Gigi Depan Renggang?

Gigi depan renggang tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Dokter gigi perlu memeriksa susunan gigi, kondisi gusi, bentuk rahang, dan kebiasaan pasien untuk mengetahui penyebabnya.

Berikut beberapa penyebab yang umum ditemukan.

1. Ukuran Gigi dan Rahang Tidak Seimbang

Celah dapat muncul apabila ukuran gigi relatif kecil dibandingkan dengan ruang yang tersedia pada rahang. Akibatnya, gigi tidak dapat mengisi seluruh ruang secara rapat.

Kondisi ini dapat dipengaruhi faktor genetik. Seseorang mungkin memiliki ukuran rahang yang lebih besar, ukuran gigi yang lebih kecil, atau kombinasi keduanya.

2. Frenulum Bibir Terlalu Tebal atau Rendah

Frenulum merupakan jaringan tipis yang menghubungkan bagian dalam bibir atas dengan gusi. Pada sebagian orang, jaringan ini memanjang hingga mendekati celah di antara dua gigi depan.

Posisi atau ukuran frenulum tersebut dapat menghambat kedua gigi depan untuk merapat. Dokter akan menilai apakah frenulum memang menjadi penyebab sebelum merekomendasikan tindakan tertentu.

3. Gigi Tidak Tumbuh atau Hilang

Gigi yang tidak tumbuh sejak lahir dapat menyisakan ruang kosong pada susunan gigi. Gigi di sekitarnya kemudian dapat bergeser sehingga muncul celah di bagian depan atau area lainnya.

Gigi yang tanggal karena benturan, kerusakan berat, atau pencabutan juga dapat menyebabkan gigi lain bergerak ke ruang yang kosong. Kondisi gigi yang tidak tumbuh sejak lahir memang dapat menimbulkan celah dan memerlukan kombinasi perawatan ortodonti serta restoratif.

4. Kebiasaan Mendorong Gigi dengan Lidah

Ketika menelan, lidah seharusnya menekan langit-langit mulut. Namun, sebagian orang memiliki kebiasaan mendorong lidah ke arah gigi depan atau disebut tongue thrusting.

Tekanan yang terjadi secara berulang dapat mendorong gigi ke depan dan memperlebar jarak di antaranya.

5. Kebiasaan Mengisap Jari

Kebiasaan mengisap jari dalam jangka panjang, terutama saat masa pertumbuhan, dapat memberikan tekanan pada gigi dan rahang. Akibatnya, posisi gigi depan dapat berubah dan celah menjadi lebih terlihat.

6. Penyakit Gusi

Gigi depan yang sebelumnya rapat tetapi tiba-tiba menjadi renggang perlu mendapatkan perhatian. Penyakit gusi dapat merusak jaringan dan tulang yang menopang gigi. Ketika penyangga melemah, gigi dapat menjadi goyang atau bergeser.

Diastema memang umumnya menjadi persoalan penampilan, tetapi pada kondisi tertentu dapat berhubungan dengan penyakit gusi.

7. Gigi Kembali Bergeser Setelah Perawatan Behel

Setelah behel dilepas, gigi tetap memiliki kemungkinan bergerak. Risiko ini lebih besar apabila retainer tidak digunakan sesuai anjuran dokter.

Jika pergeserannya masih ringan, pasien mungkin hanya memerlukan perawatan ortodonti singkat. Namun, perubahan yang lebih berat bisa memerlukan perawatan ulang.

Apakah Gigi Depan Renggang Harus Dirawat?

Tidak semua gigi renggang harus ditutup. Apabila celah sudah ada sejak lama, tidak mengganggu fungsi, dan kondisi gusi sehat, perawatan dapat bersifat opsional.

Pemeriksaan lebih disarankan apabila:

  • Celah muncul secara tiba-tiba
  • Jarak antargigi semakin lebar
  • Gigi terasa goyang
  • Gusi mudah berdarah atau membengkak
  • Makanan sering terselip
  • Terdapat masalah gigitan
  • Pasien merasa tidak percaya diri saat tersenyum

Dokter perlu mencari penyebabnya terlebih dahulu. Menutup celah tanpa menangani penyebab dapat membuat hasil perawatan kurang stabil atau celah muncul kembali.

Pilihan Perawatan Gigi Depan Renggang

Jenis perawatan ditentukan berdasarkan ukuran celah, kondisi gigi, kesehatan gusi, bentuk wajah, serta penyebab utama renggangnya gigi.

1. Behel

Behel dapat menggerakkan gigi secara bertahap hingga celah tertutup dan susunan gigi menjadi lebih teratur. Perawatan ini dapat dipertimbangkan apabila renggang disertai posisi gigi yang tidak rata atau masalah gigitan.

Perawatan ortodonti memang digunakan untuk memperbaiki posisi gigi dan dapat direkomendasikan pada pasien yang memiliki celah besar di antara giginya.

Baca juga: Setelah Lepas Behel, Berapa Lama Harus Pakai Retainer?

2. Clear Aligner

Clear aligner merupakan alat transparan yang dibuat sesuai bentuk gigi pasien. Alat ini dapat digunakan untuk menggerakkan gigi secara bertahap pada kasus tertentu.

Aligner perlu digunakan secara disiplin sesuai durasi yang disarankan dokter. Tidak semua kasus gigi renggang dapat ditangani dengan metode ini sehingga pemeriksaan tetap diperlukan.

3. Dental Bonding

Dental bonding dilakukan dengan mengaplikasikan bahan resin sewarna gigi untuk memperbesar bentuk gigi dan menyamarkan celah. Prosedur ini umumnya lebih sederhana dibandingkan veneer.

Bonding dapat menjadi pilihan pada celah berukuran kecil, terutama jika bentuk gigi terlalu kecil atau kurang proporsional. Namun, bahan resin dapat berubah warna atau mengalami kerusakan sehingga mungkin memerlukan perawatan ulang.

4. Veneer

Veneer adalah lapisan tipis yang dipasang pada permukaan depan gigi. Perawatan ini dapat menyamarkan celah sekaligus memperbaiki bentuk, ukuran, atau warna gigi.

Veneer dapat menutupi celah pada senyuman, tetapi prosedurnya tidak selalu dapat dikembalikan seperti kondisi semula. Karena itu, pasien perlu memahami manfaat, risiko, dan perawatan jangka panjang sebelum memilihnya.

5. Frenektomi

Apabila celah disebabkan oleh frenulum yang terlalu tebal atau posisinya terlalu rendah, dokter mungkin mempertimbangkan frenektomi. Prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki jaringan frenulum.

Frenektomi sering dikombinasikan dengan perawatan ortodonti agar posisi gigi dapat dirapatkan dan hasilnya lebih stabil.

6. Perawatan Penyakit Gusi

Apabila gigi renggang disebabkan oleh penyakit gusi, infeksi dan peradangan harus ditangani terlebih dahulu. Perawatan dapat berupa pembersihan karang gigi, pembersihan lebih mendalam di bawah gusi, atau tindakan periodontal lainnya.

Setelah kondisi gusi stabil, dokter baru dapat mempertimbangkan perawatan untuk memperbaiki posisi atau penampilan gigi.

Apakah Celah Bisa Muncul Kembali Setelah Perawatan?

Celah antargigi dapat muncul kembali apabila penyebabnya tidak ditangani atau pasien tidak mengikuti perawatan lanjutan. Setelah penggunaan behel atau clear aligner, retainer biasanya diperlukan untuk mempertahankan posisi baru gigi.

Retainer harus digunakan sesuai petunjuk dokter. Jika alat sudah tidak pas atau menimbulkan rasa sakit, hindari memaksanya dan segera lakukan pemeriksaan.

Untuk mengetahui kondisi gigi dan pilihan perawatan yang tepat, Anda dapat melakukan konsultasi di MyDentismile. Pemeriksaan langsung membantu dokter menyusun perawatan berdasarkan ukuran celah, kondisi gusi, susunan gigi, dan kebutuhan masing-masing pasien.

WhatsApp +628111887201

 

View this post on Instagram

 

A post shared by @mydentissmile

FAQ tentang Gigi Depan Renggang

Apakah gigi depan renggang bisa menutup sendiri?

Celah pada gigi susu anak dapat mengecil ketika gigi permanen lainnya tumbuh. Namun, celah pada gigi permanen orang dewasa umumnya tidak menutup sendiri dan perlu diperiksa jika ingin diperbaiki.

Apakah menutup gigi renggang selalu harus menggunakan behel?

Tidak. Celah kecil mungkin dapat disamarkan menggunakan dental bonding atau veneer. Behel atau clear aligner lebih sesuai ketika gigi perlu dipindahkan atau terdapat masalah pada susunan dan gigitan.

Berapa lama perawatan gigi renggang?

Durasi bergantung pada ukuran celah, penyebab, dan metode yang dipilih. Bonding dapat diselesaikan lebih cepat, sedangkan perawatan ortodonti membutuhkan waktu beberapa bulan atau lebih. Dokter akan memberikan estimasi setelah melakukan pemeriksaan.

Layanan Kami

Kontak Kami

Konsultasi Sekarang Untuk Perawatan Gigi Anda dan Dapatkan penawaran menarik untuk layanan di MyDentismile dengan mengklik tombol di bawah ini!

Eksplorasi konten lain dari MyDentismile Dental Clinic

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Verified by MonsterInsights