Setelah Lepas Behel, Berapa Lama Harus Pakai Retainer?

Setelah Lepas Behel, Berapa Lama Harus Pakai Retainer?
Drg Richyani Putri
Setelah Lepas Behel, Berapa Lama Harus Pakai Retainer?

Setelah lepas behel, berapa lama harus pakai retainer? Pada umumnya, retainer perlu digunakan secara rutin selama beberapa bulan pertama, kemudian dilanjutkan pada malam hari dalam jangka panjang. Durasi dan frekuensi penggunaannya dapat berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi gigi serta arahan dokter gigi yang menangani perawatan ortodonti.

Mengapa Retainer Harus Dipakai Setelah Lepas Behel?

Setelah perawatan behel selesai, jaringan gusi dan tulang di sekitar gigi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan posisi baru. Retainer membantu menahan gigi agar tetap berada pada susunan yang telah direncanakan selama proses penyesuaian tersebut.

Tanpa penggunaan retainer yang konsisten, gigi dapat mengalami relapse atau bergerak kembali. Pergeseran dapat terjadi sedikit demi sedikit sehingga terkadang baru disadari ketika susunan gigi sudah mulai berubah.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergerakan gigi setelah lepas behel antara lain:

  • Kondisi awal susunan gigi
  • Usia pasien
  • Kebiasaan menggertakkan atau mengatupkan gigi
  • Kondisi jaringan penyangga gigi
  • Jenis perawatan ortodonti yang dijalani
  • Konsistensi penggunaan retainer

Oleh karena itu, jadwal pemakaian retainer sebaiknya mengikuti petunjuk dokter, bukan hanya berdasarkan pengalaman orang lain.

Berapa Lama Harus Pakai Retainer?

Secara umum, penggunaan retainer dapat dibagi menjadi beberapa tahap berikut.

1. Beberapa Bulan Pertama

Pada masa awal setelah behel dilepas, dokter mungkin meminta pasien menggunakan retainer hampir sepanjang hari. Retainer biasanya hanya dilepas ketika makan, minum selain air putih, menyikat gigi, dan membersihkan alat.

Tahap ini penting karena posisi gigi masih belum sepenuhnya stabil. American Association of Orthodontists menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, retainer digunakan penuh waktu selama beberapa bulan sebelum pemakaiannya dikurangi menjadi hanya pada malam hari.

2. Pemakaian Setiap Malam

Setelah posisi gigi dinilai lebih stabil, frekuensi penggunaan retainer dapat dikurangi. Pasien biasanya diminta memakainya pada malam hari ketika tidur.

British Orthodontic Society menyebutkan bahwa pasien secara umum dapat dianjurkan memakai retainer setiap malam selama 12 bulan pertama, kemudian frekuensinya dikurangi secara bertahap berdasarkan arahan dokter.

3. Penggunaan Jangka Panjang

Gigi tetap dapat bergerak seiring bertambahnya usia. Karena itu, banyak dokter gigi menyarankan penggunaan retainer malam secara berkelanjutan agar hasil perawatan tetap terjaga.

Retainer tidak selalu harus dipakai sepanjang hari seumur hidup. Namun, penggunaan rutin pada malam tertentu atau setiap malam dapat tetap diperlukan. American Association of Orthodontists menyatakan bahwa retainer umumnya dibutuhkan dalam jangka panjang, bahkan seumur hidup, meskipun frekuensi pemakaiannya dapat berkurang.

Apakah Semua Orang Memiliki Jadwal yang Sama?

Tidak. Jadwal penggunaan retainer dapat berbeda untuk setiap pasien. Ada pasien yang diminta langsung memakai retainer hanya pada malam hari, sedangkan pasien lain perlu menggunakannya hampir sepanjang hari pada masa awal.

Dokter akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti:

  • Tingkat keparahan susunan gigi sebelum memakai behel
  • Besarnya pergerakan gigi selama perawatan
  • Kondisi gigitan
  • Jenis retainer yang digunakan
  • Risiko gigi kembali bergeser

Jadwal dari dokter yang menangani Anda harus menjadi acuan utama.

Jenis Retainer Setelah Lepas Behel

Retainer tersedia dalam dua jenis utama.

1. Retainer Lepasan

Retainer lepasan dapat dipasang dan dilepas sendiri. Bentuknya dapat berupa retainer transparan yang menyerupai aligner atau retainer Hawley dengan kawat dan bahan akrilik.

Jenis ini lebih mudah dibersihkan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kedisiplinan pasien.

2. Retainer Permanen

Retainer permanen atau fixed retainer berupa kawat tipis yang direkatkan pada bagian belakang gigi. Retainer ini tidak perlu dilepas dan dipasang setiap hari.

Meskipun disebut permanen, retainer tetap perlu diperiksa secara berkala. Kawat dapat longgar, patah, atau menyebabkan penumpukan sisa makanan jika kebersihan gigi tidak dijaga dengan baik.

Dalam kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan kombinasi retainer permanen dan retainer lepasan untuk membantu menurunkan risiko pergeseran gigi.

Apa yang Terjadi Jika Retainer Jarang Dipakai?

Retainer yang jarang digunakan dapat membuat gigi perlahan bergeser. Salah satu tanda awalnya adalah retainer terasa lebih sempit atau sulit dipasang.

Apabila retainer terasa sedikit ketat tetapi tidak menyebabkan rasa sakit berat, pemakaian yang lebih rutin selama beberapa hari mungkin membantu. Namun, jika retainer tidak dapat dipasang, terasa sangat sakit, berubah bentuk, atau rusak, jangan memaksanya. Segera konsultasikan dengan dokter gigi.

Pada kasus pergeseran yang cukup besar, pasien mungkin memerlukan retainer baru atau perawatan ortodonti tambahan.

Cara Merawat Retainer agar Tetap Nyaman

Agar retainer tetap bersih dan dapat digunakan dengan baik, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Bersihkan retainer secara rutin sesuai jenis bahannya.
  2. Simpan retainer di dalam kotak ketika tidak digunakan.
  3. Hindari mencuci retainer menggunakan air panas karena dapat mengubah bentuknya.
  4. Jangan membungkus retainer dengan tisu karena mudah terbuang.
  5. Sikat gigi sebelum memasang retainer.
  6. Periksa retainer apabila terasa longgar, retak, atau tidak nyaman.
  7. Datang ke dokter sesuai jadwal kontrol yang diberikan.

Pada intinya, durasi pemakaian tidak dapat disamakan pada semua orang. Ikuti jadwal dari dokter gigi dan jangan menghentikan penggunaan retainer tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

Untuk mendapatkan pemeriksaan kondisi gigi, konsultasi setelah lepas behel, atau informasi mengenai perawatan ortodonti, kunjungi MyDentismile. Pemeriksaan langsung membantu dokter menentukan jenis retainer dan jadwal penggunaan yang sesuai dengan kebutuhan gigi Anda.

WhatsApp +628111887201

 

View this post on Instagram

 

A post shared by @mydentissmile

FAQ Seputar Penggunaan Retainer

Apakah retainer boleh dipakai saat makan?

Retainer lepasan sebaiknya dilepas saat makan. Mengunyah makanan menggunakan retainer dapat membuat alat retak, berubah bentuk, atau menjadi tempat menempelnya sisa makanan. Setelah makan, bersihkan gigi sebelum memasang retainer kembali.

Apakah boleh minum menggunakan retainer?

Air putih umumnya dapat diminum saat menggunakan retainer. Namun, retainer sebaiknya dilepas ketika mengonsumsi minuman manis, berwarna, panas, atau bersoda. Minuman tersebut dapat meninggalkan noda, merusak bahan retainer, serta meningkatkan risiko penumpukan plak.

Kapan retainer perlu diganti?

Retainer perlu diganti apabila retak, berubah bentuk, terasa terlalu longgar, tidak lagi pas, atau sulit dibersihkan. Usia pemakaian retainer dapat berbeda tergantung jenis bahan, kebiasaan pemakaian, serta cara perawatannya. Dokter gigi akan menentukan apakah retainer masih layak digunakan atau perlu dibuat ulang.

Apa yang harus dilakukan jika retainer hilang?

Segera hubungi dokter gigi atau klinik tempat menjalani perawatan ortodonti. Jangan menunggu sampai gigi mulai bergeser. Dokter dapat memeriksa posisi gigi dan membuat retainer pengganti yang sesuai dengan kondisi terbaru.

Layanan Kami

Kontak Kami

Konsultasi Sekarang Untuk Perawatan Gigi Anda dan Dapatkan penawaran menarik untuk layanan di MyDentismile dengan mengklik tombol di bawah ini!

Eksplorasi konten lain dari MyDentismile Dental Clinic

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Verified by MonsterInsights