Tanda Gigi Berlubang Sudah Parah dan Perlu Segera Diperiksa

Tanda Gigi Berlubang Sudah Parah dan Perlu Segera Diperiksa
Drg Richyani Putri
Tanda Gigi Berlubang Sudah Parah dan Perlu Segera Diperiksa

Tanda gigi berlubang sudah parah umumnya meliputi sakit yang terus-menerus, nyeri berdenyut, rasa sakit saat menggigit, lubang yang semakin besar, gusi bengkak, keluar nanah, hingga pembengkakan pada wajah. Kondisi tersebut dapat menandakan kerusakan sudah mencapai bagian dalam gigi atau menimbulkan infeksi.

Pada tahap awal, gigi berlubang terkadang belum menimbulkan keluhan. Namun, ketika kerusakan berkembang dari lapisan email menuju dentin dan pulpa yang berisi saraf serta pembuluh darah, rasa sakit dapat menjadi semakin berat. Gigi berlubang yang tidak ditangani juga dapat berkembang menjadi abses atau kumpulan nanah akibat infeksi.

Bagaimana Gigi Berlubang Bisa Menjadi Parah?

Gigi berlubang terjadi ketika bakteri di dalam plak menghasilkan asam yang secara bertahap merusak permukaan gigi. Pada tahap awal, kerusakan mungkin hanya terlihat sebagai bercak putih, cokelat, atau kehitaman.

Jika proses tersebut terus berlanjut, permukaan gigi dapat membentuk lubang. Kerusakan kemudian dapat mencapai dentin dan akhirnya mengenai pulpa di bagian tengah gigi. Saat pulpa mengalami peradangan atau infeksi, pasien dapat merasakan sakit yang berat dan mungkin membutuhkan perawatan saluran akar.

Apa Tanda Gigi Berlubang Sudah Parah

Berikut beberapa tanda gigi berlubang sudah parah yang sebaiknya tidak diabaikan.

1. Sakit Gigi Terus-Menerus

Gigi berlubang ringan mungkin hanya terasa ngilu ketika terkena makanan manis atau minuman dingin. Namun, kerusakan yang lebih dalam dapat menyebabkan rasa sakit muncul tanpa pemicu.

Nyeri dapat terasa berdenyut, menusuk, atau bertahan dalam waktu lama. Keluhan juga sering terasa lebih mengganggu pada malam hari hingga membuat penderitanya sulit tidur.

Sakit gigi yang berlangsung lebih dari dua hari perlu diperiksakan kepada dokter gigi agar penyebabnya dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih berat.

2. Nyeri Setelah Minum Panas atau Dingin Tidak Segera Hilang

Gigi berlubang dapat menyebabkan sensitivitas terhadap makanan atau minuman panas, dingin, dan manis. Pada kondisi ringan, rasa ngilu biasanya berhenti tidak lama setelah pemicunya dihilangkan.

Namun, apabila rasa sakit bertahan cukup lama setelah minum dingin atau panas, kondisi tersebut dapat mengarah pada peradangan pulpa yang lebih berat. Rasa sakit dapat berlangsung puluhan detik, muncul secara spontan, atau terasa berdenyut.

Dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah saraf gigi masih dapat dipertahankan atau memerlukan perawatan lebih lanjut.

3. Sakit Saat Menggigit atau Mengunyah

Rasa sakit ketika menggigit dapat menandakan bahwa peradangan atau infeksi telah mencapai jaringan di sekitar akar gigi. Gigi juga dapat terasa lebih tinggi dibandingkan gigi lain atau sangat sensitif saat disentuh.

Keluhan tersebut tidak selalu disebabkan oleh lubang gigi. Retakan, tambalan yang rusak, dan gangguan pada jaringan penyangga juga dapat menimbulkan gejala serupa. Pemeriksaan serta foto rontgen mungkin diperlukan untuk mengetahui sumber rasa sakit.

4. Lubang Terlihat Besar dan Gigi Mulai Rapuh

Lubang yang semakin besar menunjukkan bahwa cukup banyak jaringan gigi telah mengalami kerusakan. Warnanya dapat terlihat cokelat atau kehitaman, dengan permukaan yang kasar dan mudah tersangkut makanan.

Pada tahap lanjut, sebagian gigi dapat patah ketika digunakan untuk mengunyah. Gigi yang sudah kehilangan banyak jaringan mungkin tidak cukup kuat jika hanya ditambal biasa. Dokter akan menilai apakah gigi memerlukan tambalan, mahkota, perawatan saluran akar, atau tindakan lainnya.

5. Gusi di Sekitar Gigi Membengkak

Gusi bengkak di dekat gigi berlubang dapat menandakan adanya peradangan atau infeksi. Pembengkakan mungkin terasa lunak, nyeri saat disentuh, atau tampak seperti benjolan kecil menyerupai jerawat.

Benjolan tersebut dapat menjadi jalan keluarnya cairan dari infeksi di sekitar akar gigi. Walaupun ukurannya kecil atau tidak terlalu sakit, kondisi ini tetap perlu diperiksa karena sumber infeksi masih berada di dalam atau sekitar gigi. Abses gigi dapat menimbulkan nyeri, gusi merah, pembengkakan, demam, dan rasa tidak enak di dalam mulut.

6. Keluar Nanah atau Terasa Pahit di Mulut

Infeksi pada gigi dapat menghasilkan nanah. Jika cairan tersebut keluar melalui gusi, pasien mungkin merasakan rasa asin, pahit, atau tidak enak di dalam mulut.

Keluarnya nanah terkadang membuat tekanan dan rasa sakit berkurang untuk sementara. Namun, hal ini bukan berarti infeksi sudah sembuh. Gigi tetap perlu ditangani agar sumber bakterinya tidak terus berkembang.

7. Bau Mulut Tidak Hilang Setelah Menyikat Gigi

Bau mulut dapat berasal dari banyak faktor. Namun, gigi berlubang yang dalam dapat menjadi tempat menumpuknya sisa makanan dan bakteri sehingga menimbulkan aroma tidak sedap.

Jika bau mulut disertai rasa tidak enak, nyeri, pembengkakan, atau keluarnya cairan dari gusi, lakukan pemeriksaan karena kondisi tersebut dapat berkaitan dengan infeksi.

8. Gigi Berubah Warna Menjadi Lebih Gelap

Gigi yang mengalami kerusakan berat dapat berubah warna menjadi cokelat tua, abu-abu, atau kehitaman. Perubahan warna pada satu gigi, terutama setelah mengalami sakit atau benturan, dapat menunjukkan gangguan pada jaringan pulpa.

Perubahan warna tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan kondisi saraf. Dokter gigi mungkin melakukan tes sensitivitas dan foto rontgen untuk memastikan keadaan bagian dalam gigi.

9. Sakit Tiba-Tiba Hilang Tanpa Perawatan

Rasa sakit yang tiba-tiba menghilang bukan selalu tanda bahwa gigi telah sembuh. Dalam kasus tertentu, saraf di dalam gigi dapat mati sehingga gigi tidak lagi sensitif terhadap suhu panas, dingin, atau makanan manis.

Meski rasa sakit berkurang, bakteri masih dapat berkembang dan menimbulkan infeksi di sekitar akar. Abses bahkan tidak selalu menimbulkan nyeri yang berat. Karena itu, gigi yang sebelumnya sangat sakit tetap perlu diperiksa meskipun keluhannya tiba-tiba hilang.

10. Pipi atau Wajah Mulai Membengkak

Pembengkakan pada pipi, rahang, atau wajah merupakan tanda bahwa infeksi mungkin telah menyebar dari gigi ke jaringan di sekitarnya. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan segera, terutama jika pembengkakan bertambah besar atau disertai demam.

Segera cari pertolongan medis darurat apabila pembengkakan menyebabkan kesulitan bernapas atau menelan. Gejala tersebut dapat menandakan infeksi telah menyebar lebih dalam ke rahang, tenggorokan, atau leher.

Baca juga: Kenapa Gigi Nyut-Nyutan Padahal Tidak Berlubang?

Apakah Gigi Berlubang Parah Masih Bisa Dipertahankan?

Gigi berlubang parah tidak selalu harus dicabut. Kemungkinan mempertahankan gigi bergantung pada kedalaman kerusakan, kondisi akar, jumlah jaringan gigi yang masih tersisa, serta keadaan jaringan penyangganya.

Pilihan perawatan yang mungkin dilakukan meliputi:

1. Tambalan Gigi

Tambalan dapat dilakukan apabila kerusakan belum mencapai saraf dan masih tersedia cukup banyak struktur gigi yang sehat.

2. Perawatan Saluran Akar

Perawatan saluran akar dapat direkomendasikan ketika pulpa mengalami peradangan berat atau infeksi. Jaringan yang bermasalah akan dibersihkan, saluran akar didisinfeksi, kemudian gigi ditutup kembali untuk membantu mempertahankan gigi asli.

3. Pemasangan Mahkota Gigi

Mahkota dapat digunakan untuk melindungi gigi yang sudah kehilangan banyak struktur atau menjadi rapuh setelah perawatan saluran akar.

4. Pencabutan Gigi

Pencabutan gigi mungkin dipertimbangkan jika kerusakan terlalu luas, gigi pecah hingga ke akar, atau gigi tidak lagi dapat dipertahankan. Setelah itu, dokter dapat mendiskusikan pilihan penggantian gigi untuk menjaga fungsi mengunyah dan susunan gigi.

Apa yang Bisa Dilakukan Sebelum ke Dokter Gigi?

Sambil menunggu pemeriksaan, Anda dapat berkumur menggunakan air hangat dan membersihkan sela gigi secara perlahan. Hindari makanan yang terlalu manis, panas, dingin, keras, atau lengket.

Obat pereda nyeri dapat digunakan sesuai petunjuk kemasan dan kondisi kesehatan. Namun, jangan menempelkan aspirin langsung pada gigi atau gusi karena dapat melukai jaringan mulut.

Cara tersebut hanya membantu mengurangi keluhan sementara. Gigi berlubang yang sudah membentuk lubang tidak dapat pulih sendiri dan tetap memerlukan perawatan profesional.

Jangan Menunggu Sampai Bengkak

Semakin cepat gigi berlubang diperiksa, semakin besar peluang penanganannya menjadi lebih sederhana. Menunggu hingga rasa sakit tidak tertahankan dapat membuat kerusakan semakin dalam dan meningkatkan risiko infeksi.

Untuk mengetahui tingkat kerusakan dan pilihan perawatan yang sesuai, Anda dapat melakukan pemeriksaan melalui MyDentismile. Dokter gigi kami dapat mengevaluasi kondisi gigi secara langsung dan melakukan foto rontgen apabila diperlukan.

WhatsApp +628111887201

 

View this post on Instagram

 

A post shared by @mydentissmile

FAQ tentang Gigi Berlubang Parah

Apakah antibiotik bisa menyembuhkan gigi berlubang?

Antibiotik tidak memperbaiki lubang atau menghilangkan jaringan gigi yang rusak. Obat tersebut hanya digunakan pada kondisi tertentu ketika terdapat tanda penyebaran infeksi atau gejala sistemik. Sumber infeksi tetap perlu ditangani melalui tindakan dokter gigi.

Apakah gigi berlubang besar masih bisa ditambal?

Bisa atau tidaknya gigi ditambal bergantung pada kedalaman lubang dan jumlah struktur gigi yang masih tersisa. Jika kerusakan sudah mencapai pulpa, pasien mungkin membutuhkan perawatan saluran akar dan mahkota, bukan hanya tambalan biasa.

Berapa lama sakit gigi berlubang boleh ditunggu?

Sakit gigi yang berlangsung lebih dari dua hari sebaiknya segera diperiksa. Jangan menunggu jika nyeri sangat berat, mengganggu tidur, disertai demam, keluar nanah, atau muncul pembengkakan pada wajah.

Layanan Kami

Kontak Kami

Konsultasi Sekarang Untuk Perawatan Gigi Anda dan Dapatkan penawaran menarik untuk layanan di MyDentismile dengan mengklik tombol di bawah ini!

Eksplorasi konten lain dari MyDentismile Dental Clinic

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Verified by MonsterInsights