Tambalan Gigi Lepas, Apa yang Harus Dilakukan?

Tambalan Gigi Lepas, Apa yang Harus Dilakukan?
Drg Richyani Putri
Tambalan Gigi Lepas, Apa yang Harus Dilakukan?

Apa yang harus dilakukan saat tambalan gigi lepas? Apakah bisa ditambal ulang? Atau harus dilakukan perawatan lain? Jawabannya tergantung kondisi gigi, sisa struktur gigi, ada tidaknya lubang baru, dan apakah saraf gigi sudah ikut terpengaruh. Simak jawabannya berikut ini.

Kenapa Tambalan Gigi Bisa Lepas?

Tambalan gigi bisa lepas karena beberapa penyebab. Salah satu yang paling sering adalah usia tambalan yang sudah lama. Seiring waktu, tambalan bisa mengalami keausan karena terus digunakan untuk mengunyah setiap hari. Jika ikatannya dengan gigi mulai melemah, tambalan bisa retak, longgar, lalu akhirnya lepas.

Penyebab lainnya adalah adanya lubang baru di sekitar tambalan lama. Ketika bakteri masuk di sela antara tambalan dan gigi, bagian gigi di bawahnya bisa kembali rusak. Akibatnya, tambalan kehilangan pegangan dan lebih mudah terlepas.

Kebiasaan mengunyah makanan keras juga dapat memicu tambalan lepas. Misalnya sering menggigit es batu, permen keras, tulang, atau menggunakan gigi untuk membuka kemasan. Tekanan berlebihan seperti menggertakkan gigi saat tidur juga bisa membuat tambalan retak atau terangkat perlahan.

Selain itu, tambalan yang ukurannya terlalu besar pada gigi yang strukturnya sudah lemah juga memiliki risiko lebih tinggi untuk lepas. Pada kondisi seperti ini, dokter gigi perlu menilai apakah tambalan ulang masih cukup kuat atau perlu perawatan restorasi lain.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Tambalan Gigi Lepas?

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah tetap tenang dan jangan mencoba menempelkan tambalan sendiri menggunakan lem biasa. Lem rumah tangga tidak aman untuk rongga mulut dan bisa menyebabkan iritasi atau masalah baru pada gigi dan gusi.

Jika tambalan yang lepas masih ada, kamu boleh menyimpannya di tempat bersih dan membawanya saat periksa ke dokter gigi. Namun, jangan memaksakan tambalan tersebut masuk kembali ke gigi, terutama jika terasa tidak pas atau membuat nyeri.

Bersihkan area gigi dengan berkumur menggunakan air bersih. Jika ada makanan yang terselip, bersihkan secara perlahan. Hindari menusuk area gigi dengan benda tajam karena bisa melukai gusi atau memperparah kerusakan gigi.

Sambil menunggu jadwal ke dokter gigi, usahakan mengunyah makanan di sisi yang berlawanan. Hindari makanan keras, lengket, terlalu panas, terlalu dingin, atau terlalu manis karena bisa memicu rasa ngilu.

Menurut The Journal of the American Dental Association, tambalan yang gagal atau disertai kerusakan gigi sebaiknya diganti dengan segera setelah ditemukan oleh dokter gigi. Karena itu, pemeriksaan tetap penting meskipun rasa sakit belum muncul.

Apakah Tambalan Gigi Lepas Termasuk Darurat?

Tambalan gigi lepas tidak selalu termasuk kondisi darurat, tetapi tetap perlu segera diperiksa. Jika tidak ada rasa sakit, tidak ada bengkak, dan gigi masih nyaman saat tidak digunakan mengunyah, biasanya kamu masih bisa membuat jadwal pemeriksaan dalam waktu dekat.

Namun, kondisi ini bisa menjadi lebih mendesak jika disertai nyeri hebat, gigi terasa sangat ngilu, gusi bengkak, ada nanah, demam, atau gigi patah cukup besar. Jika gejala seperti ini muncul, sebaiknya segera hubungi dokter gigi agar bisa mendapatkan penanganan lebih cepat.

Pada beberapa kasus, tambalan yang lepas membuka bagian dentin atau bahkan mendekati saraf gigi. Inilah yang bisa menyebabkan rasa ngilu tajam atau nyeri saat terkena rangsangan. Semakin lama dibiarkan, risiko infeksi dan kerusakan yang lebih dalam bisa meningkat.

Tanda Tambalan Gigi Lepas Perlu Segera Diperiksa

Tambalan gigi yang lepas perlu segera diperiksa jika kamu mulai merasakan gigi ngilu saat minum dingin, panas, atau makan makanan manis. Rasa ngilu menandakan bagian dalam gigi mungkin mulai terbuka dan lebih sensitif.

Kamu juga perlu waspada jika ada lubang yang terasa besar, makanan sering tersangkut, atau gigi terasa tajam saat tersentuh lidah. Kondisi seperti ini bisa membuat area gigi lebih mudah kotor dan sulit dibersihkan dengan sikat gigi biasa.

Jika muncul nyeri saat mengunyah, bisa jadi struktur gigi sudah melemah atau ada retakan pada gigi. Nyeri yang datang tiba-tiba, berdenyut, atau bertahan lama juga perlu diperiksa karena bisa berkaitan dengan iritasi saraf gigi.

Perbedaan Tambalan Lepas Ringan dan Kondisi yang Lebih Serius

Aspek Tambalan Lepas Ringan Kondisi yang Perlu Segera Ditangani
Rasa sakit Tidak sakit atau hanya sedikit ngilu Nyeri tajam, berdenyut, atau sakit saat mengunyah
Bentuk gigi Lubang kecil, gigi masih cukup utuh Gigi patah, retak, atau lubang terlihat besar
Gusi sekitar Tidak bengkak Bengkak, merah, atau muncul nanah
Makanan terselip Sesekali terselip Sering tersangkut dan sulit dibersihkan
Perawatan Bisa ditambal ulang setelah diperiksa Mungkin perlu tambalan besar, crown, atau perawatan saluran akar

Apakah Tambalan yang Lepas Bisa Ditambal Ulang?

Pada banyak kasus, tambalan yang lepas masih bisa ditambal ulang. Namun, dokter gigi perlu membersihkan area gigi terlebih dahulu dan memastikan tidak ada lubang baru, retakan, atau infeksi di bawah tambalan lama.

Jika struktur gigi masih kuat dan kerusakannya belum terlalu dalam, tambalan ulang bisa menjadi pilihan. Tambalan baru akan dibuat agar menutup bagian gigi yang terbuka dan mengembalikan bentuk gigi supaya nyaman digunakan mengunyah.

Namun, jika lubang sudah terlalu besar atau dinding gigi tersisa sedikit, tambalan biasa mungkin tidak cukup kuat. Dokter gigi bisa menyarankan perawatan lain seperti inlay, onlay, atau crown untuk melindungi gigi dengan lebih baik.

Jika kerusakan sudah mencapai saraf gigi, tambalan ulang saja biasanya tidak cukup. Pada kondisi seperti ini, dokter gigi mungkin perlu melakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu sebelum gigi ditutup kembali dengan restorasi yang sesuai.

Apa Risiko Jika Tambalan Gigi Lepas Dibiarkan?

Tambalan gigi yang lepas sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Ketika tambalan hilang, bagian gigi yang sebelumnya tertutup menjadi terbuka. Area ini bisa lebih mudah terkena bakteri, sisa makanan, dan rangsangan suhu.

Jika dibiarkan, lubang pada gigi bisa bertambah besar. Makanan yang sering terselip juga dapat mempercepat penumpukan bakteri dan membuat gigi kembali berlubang. Pada tahap awal mungkin hanya terasa ngilu, tetapi lama-kelamaan bisa berkembang menjadi nyeri yang lebih berat.

Risiko lainnya adalah gigi menjadi lebih rapuh. Tambalan lama biasanya dibuat untuk menggantikan bagian gigi yang sudah rusak. Ketika tambalan lepas, struktur gigi yang tersisa bisa lebih mudah retak atau patah saat digunakan mengunyah.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi bisa mencapai saraf gigi. Jika sudah seperti ini, perawatan yang dibutuhkan bisa menjadi lebih kompleks dibandingkan jika gigi diperiksa sejak awal.

Cara Merawat Gigi Sementara Sebelum ke Dokter Gigi

Sambil menunggu jadwal pemeriksaan, jaga area gigi tetap bersih. Sikat gigi seperti biasa, tetapi lakukan dengan lembut di area tambalan yang lepas. Jika ada makanan terselip, bersihkan perlahan menggunakan benang gigi atau berkumur.

Hindari mengunyah di sisi gigi yang tambalannya lepas. Pilih makanan yang lebih lembut untuk sementara waktu. Makanan keras dan lengket bisa membuat sisa struktur gigi semakin tertekan atau bahkan patah.

Jika terasa ngilu, hindari makanan dan minuman yang terlalu dingin, panas, manis, atau asam. Kamu juga bisa menggunakan pasta gigi untuk gigi sensitif sesuai kebutuhan. Jika nyeri cukup mengganggu, obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat digunakan sesuai aturan pakai, tetapi tetap bukan pengganti pemeriksaan dokter gigi.

Jangan menutup lubang gigi dengan bahan sembarangan. Jika ingin menggunakan bahan tambalan sementara dari apotek, pastikan hanya sebagai solusi sementara dan tetap periksa ke dokter gigi secepatnya.

Perawatan Tambalan Gigi Lepas di Dokter Gigi

Saat kamu datang ke dokter gigi, dokter akan memeriksa kondisi gigi secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat apakah tambalan hanya lepas biasa, ada lubang baru, gigi retak, atau ada tanda infeksi.

Jika kondisinya masih ringan, dokter dapat membersihkan area gigi lalu membuat tambalan baru. Kamu bisa membaca informasi layanan terkait di halaman tambal gigi MyDentismile.

Jika gigi sudah retak atau kerusakannya cukup besar, dokter akan menjelaskan pilihan perawatan lain yang lebih sesuai. Tujuannya bukan hanya menutup lubang, tetapi juga memastikan gigi cukup kuat untuk digunakan kembali.

Untuk pasien yang memiliki beberapa tambalan lama, pemeriksaan rutin juga penting. Tambalan yang mulai bocor, retak, atau berubah warna bisa dievaluasi lebih awal sebelum benar-benar lepas. Kamu juga bisa melihat layanan perawatan gigi lainnya melalui halaman layanan MyDentismile.

Gimana Cara Mencegah Tambalan Gigi Lepas Lagi?

Agar tambalan gigi lebih awet, hindari kebiasaan menggigit benda keras. Jangan menggunakan gigi untuk membuka plastik, menggigit kuku, atau mengunyah es batu. Kebiasaan kecil seperti ini bisa memberi tekanan besar pada tambalan.

Jaga kebersihan gigi setiap hari dengan menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan sela gigi. Kebersihan yang baik membantu mencegah lubang baru di sekitar tambalan.

Jika kamu sering menggertakkan gigi saat tidur, konsultasikan ke dokter gigi. Tekanan akibat bruxism dapat membuat tambalan lebih cepat aus, retak, atau lepas. Dokter dapat menilai apakah kamu membutuhkan pelindung gigi atau perawatan tambahan.

Selain itu, lakukan kontrol rutin ke dokter gigi. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi tambalan yang mulai bermasalah sebelum lepas atau menyebabkan keluhan.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Kamu sebaiknya segera membuat janji dengan dokter gigi setelah menyadari tambalan lepas. Jangan menunggu sampai sakit, karena gigi yang terbuka tetap berisiko mengalami kerusakan lebih lanjut.

Segera periksa jika gigi terasa nyeri saat mengunyah, ngilu berlebihan, berlubang besar, patah, atau muncul bengkak di sekitar gusi. Gejala tersebut bisa menandakan kerusakan yang lebih serius dan membutuhkan penanganan lebih cepat.

Di MyDentismile, dokter gigi dapat membantu memeriksa kondisi tambalan yang lepas, membersihkan area gigi, dan menentukan apakah gigi cukup ditambal ulang atau memerlukan perawatan lain.

FAQ Seputar Tambalan Gigi Lepas

1. Apakah tambalan gigi lepas bisa ditambal ulang?

Bisa, jika struktur gigi masih cukup kuat dan tidak ada kerusakan yang terlalu dalam. Dokter gigi perlu memeriksa kondisinya terlebih dahulu.

2. Apakah tambalan lepas berbahaya jika tidak sakit?

Tetap berisiko. Meski tidak sakit, bagian gigi yang terbuka bisa menjadi tempat masuknya bakteri dan sisa makanan.

3. Bolehkah menempelkan tambalan sendiri dengan lem?

Tidak boleh. Lem biasa tidak aman untuk mulut dan bisa menyebabkan iritasi atau memperparah kondisi gigi.

4. Apakah tambalan sementara dari apotek aman digunakan?

Tambalan sementara bisa membantu melindungi gigi untuk waktu singkat, tetapi bukan solusi permanen. Tetap perlu diperiksa oleh dokter gigi.

5. Kenapa tambalan gigi bisa sering lepas?

Penyebabnya bisa karena lubang baru, tekanan kunyah berlebih, tambalan terlalu besar, gigi retak, atau kebiasaan menggertakkan gigi.

Layanan Kami

Kontak Kami

Konsultasi Sekarang Untuk Perawatan Gigi Anda dan Dapatkan penawaran menarik untuk layanan di MyDentismile dengan mengklik tombol di bawah ini!

Eksplorasi konten lain dari MyDentismile Dental Clinic

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Verified by MonsterInsights