Kenapa Sakit Gigi Terasa Lebih Parah Saat Malam Hari?

Kenapa Sakit Gigi Terasa Lebih Parah Saat Malam Hari?
Drg Richyani Putri
Kenapa Sakit Gigi Terasa Lebih Parah Saat Malam Hari?

Dok, kenapa sakit gigi terasa lebih parah saat malam hari? Kondisi ini sangat umum dialami banyak orang dan bukan sekadar perasaan semata. Ada penjelasan medis di balik mengapa sakit gigi cenderung memburuk saat malam hari, terutama ketika Anda sedang berusaha untuk beristirahat.

Penyebab Sakit Gigi Terasa Lebih Parah di Malam Hari

Pahami penyebabnya di sini agar Anda bisa mengambil langkah untuk meredakan nyeri sekaligus mengetahui kapan harus segera memeriksakan diri ke dokter gigi. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Posisi Berbaring Meningkatkan Tekanan Darah ke Kepala

Saat Anda berbaring, aliran darah ke area kepala dan wajah meningkat dibandingkan saat berdiri atau duduk. Peningkatan tekanan darah di sekitar gigi dan gusi ini dapat memperbesar tekanan pada saraf gigi yang sudah bermasalah, seperti gigi berlubang atau gigi dengan infeksi. Akibatnya, rasa nyeri yang tadinya ringan bisa terasa jauh lebih intens ketika Anda mencoba tidur.

2. Produksi Air Liur Menurun Saat Tidur

Air liur memiliki peran penting sebagai pertahanan alami mulut. Selain membantu membersihkan sisa makanan, air liur juga memiliki sifat antibakteri yang membantu menetralkan asam dan mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan gigi. Sayangnya, produksi air liur secara alami menurun drastis saat Anda tidur. Kondisi ini membuat bakteri lebih leluasa berkembang di area gigi yang bermasalah, sehingga rasa sakit terasa lebih dominan menjelang dan selama malam hari.

3. Kadar Hormon Kortisol Menurun di Malam Hari

Kortisol adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu mengontrol peradangan dalam tubuh. Kadar kortisol secara alami mengikuti ritme sirkadian, di mana levelnya cenderung lebih rendah pada malam hari dan meningkat menjelang pagi. Ketika kadar kortisol rendah, kemampuan tubuh untuk meredam peradangan pun berkurang. Ini artinya, jika ada peradangan di sekitar gigi atau gusi, efeknya akan terasa lebih menyakitkan saat malam dibandingkan siang hari.

4. Minim Distraksi Membuat Otak Lebih Fokus pada Rasa Sakit

Di siang hari, otak Anda sibuk memproses berbagai aktivitas, pekerjaan, percakapan, dan rangsangan dari lingkungan sekitar. Semua hal ini secara tidak langsung mengalihkan perhatian dari rasa nyeri di gigi. Namun, saat malam tiba dan suasana menjadi sunyi tanpa banyak gangguan, otak jadi lebih fokus menangkap sinyal nyeri dari tubuh, termasuk dari gigi yang bermasalah. Itulah sebabnya sakit gigi terasa jauh lebih mengganggu saat Anda mencoba memejamkan mata.

5. Kebiasaan Menggertakkan Gigi (Bruxism) Saat Tidur

Banyak orang tanpa sadar menggertakkan atau mengatupkan gigi dengan kuat saat tidur, kondisi yang dikenal dengan istilah bruxism. Kebiasaan ini sering dipicu oleh stres atau kecemasan dan biasanya terjadi tanpa disadari oleh penderitanya. Tekanan berlebih akibat bruxism dapat memperparah kondisi gigi yang sudah sensitif, retak, atau mengalami masalah struktural, sehingga nyeri semakin terasa keesokan paginya atau bahkan di tengah malam.

Baca di sini tentang Gigi Sering Gemeretak Saat Tidur? Kenali Bruxism dan Penyebabnya

6. Naiknya Asam Lambung Saat Berbaring

Bagi sebagian orang, posisi berbaring dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan (refluks asam). Asam lambung yang naik ini bisa memengaruhi area mulut dan memperburuk sensitivitas gigi, terutama jika enamel gigi sudah mulai terkikis. Kombinasi asam lambung dan tekanan pada gigi yang bermasalah dapat menciptakan rasa nyeri tambahan yang muncul secara spesifik saat malam hari.

Cara Meredakan Sakit Gigi di Malam Hari

Sambil menunggu jadwal pemeriksaan ke dokter gigi, berikut beberapa cara yang bisa membantu meredakan nyeri sementara:

  • Kompres dingin di area pipi luar yang terasa sakit selama 15-20 menit untuk mengurangi peradangan.
  • Tinggikan posisi kepala dengan bantal tambahan agar tekanan darah ke area gigi berkurang.
  • Berkumur dengan air garam hangat untuk membantu membersihkan area gigi dan mengurangi bakteri.
  • Konsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran, seperti paracetamol atau ibuprofen, jika tidak ada kontraindikasi.
  • Hindari makanan atau minuman dingin/panas sebelum tidur jika gigi terasa sensitif.
  • Gunakan pelindung gigi (mouthguard) jika Anda memiliki kebiasaan bruxism.

Perlu diingat, langkah-langkah ini hanya bersifat meredakan sementara, bukan menyembuhkan akar masalahnya.

Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?

Segera hubungi atau kunjungi dokter gigi jika Anda mengalami tanda-tanda berikut:

  • Nyeri gigi berlangsung lebih dari 1-2 hari
  • Terdapat pembengkakan pada gusi, pipi, atau wajah
  • Muncul demam yang menyertai sakit gigi
  • Nyeri sangat hebat hingga mengganggu aktivitas dan tidur
  • Terdapat rasa tidak enak atau bau busuk dari area gigi bermasalah

Tanda-tanda di atas bisa mengindikasikan infeksi serius yang membutuhkan penanganan profesional segera.

Jangan Biarkan Sakit Gigi Mengganggu Istirahat Anda

Sakit gigi yang memburuk di malam hari bukan hanya soal ketidaknyamanan, tetapi juga bisa menjadi sinyal bahwa ada masalah yang perlu segera ditangani. Daripada terus-menerus mengandalkan cara meredakan sementara, langkah terbaik adalah memeriksakan kondisi gigi Anda ke tenaga profesional yang terpercaya.

Tim dokter gigi di Mydentismile siap membantu Anda mendiagnosis penyebab pasti sakit gigi dan memberikan penanganan yang tepat, sehingga Anda bisa kembali tidur nyenyak tanpa gangguan nyeri. Jangan tunda lagi, jadwalkan konsultasi Anda sekarang dan dapatkan senyum sehat yang bebas dari rasa sakit.

MyDentismile Dental Clinic

Cabang MyDentismile Plaza Festival
Plaza Festival, UG 36A, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta 12940

MyDentismile Senayan Park Mall
Senayan Park Jalan Gerbang Pemuda No.3, Lantai UG 41, Gelora, Tanah Abang, Jakarta 10270

MyDentismile Cikarang
Ruko Cluster Palais deParis A16 Delta Mas, Sukamahi, Central Cikarang, Bekasi Regency, Jawa Barat 17530

Hubungi Kami:
WhatsApp: +62811-1887-201

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Seputar Sakit Gigi

Apakah menempelkan obat aspirin langsung ke gigi yang berlubang aman dilakukan?

Menurut Library National of Medicine, obat aspirin sangat dilarang untuk diletakkan secara langsung pada area gigi atau gusi yang sakit karena sifat asam pada obat tersebut dapat menyebabkan luka bakar kimiawi yang parah pada jaringan lunak mulut.

Mengapa sakit gigi sering kali memicu rasa pusing atau sakit kepala sebelah?

Jaringan saraf yang berada di sekitar gigi memiliki keterikatan jalur yang sangat dekat dengan saraf trigeminal di kepala sehingga rasa nyeri yang hebat di mulut bisa menjalar dengan cepat menjadi sakit kepala akut.

Apakah boleh langsung minum antibiotik sisa resep sebelumnya saat gigi terasa sangat sakit?

Anda sangat dilarang mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter gigi yang baru karena obat ini hanya bekerja membunuh jenis bakteri tertentu dan penggunaannya yang sembarangan justru memicu resistensi kuman secara permanen.

Bisakah prosedur cabut gigi langsung dilakukan saat pipi sedang dalam kondisi bengkak parah?

Dokter gigi pada umumnya akan menunda tindakan operasi pencabutan saat gusi masih bengkak akibat infeksi akut karena kondisi asam dari peradangan tersebut akan membuat obat bius lokal tidak bisa bekerja secara maksimal.

Apakah penggunaan minyak cengkeh benar-benar terbukti medis sebagai pereda sakit gigi?

Minyak cengkeh memang memiliki senyawa aktif eugenol yang bertindak sebagai anestesi alami sementara namun pengaplikasiannya harus sangat presisi menggunakan kapas kecil agar cairannya tidak mengenai lidah atau gusi yang sehat.

Layanan Kami

Kontak Kami

Konsultasi Sekarang Untuk Perawatan Gigi Anda dan Dapatkan penawaran menarik untuk layanan di MyDentismile dengan mengklik tombol di bawah ini!

Eksplorasi konten lain dari MyDentismile Dental Clinic

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Verified by MonsterInsights