Gigi Susu Berlubang, Perlu Ditambal atau Dibiarkan?

Gigi Susu Berlubang, Perlu Ditambal atau Dibiarkan?
Drg Richyani Putri
Gigi Susu Berlubang, Perlu Ditambal atau Dibiarkan?

Apakah gigi susu berlubang harus ditambal atau cukup dibiarkan? Jawabannya tergantung pada kondisi lubang, usia anak, posisi gigi, keluhan yang dirasakan, dan kapan gigi tersebut diperkirakan akan tanggal secara alami. Pada banyak kasus, gigi susu berlubang tetap perlu ditambal agar kerusakan tidak semakin parah.

Apa Itu Gigi Susu Berlubang?

Gigi susu berlubang adalah kondisi ketika lapisan gigi anak mengalami kerusakan akibat aktivitas bakteri. Bakteri di dalam mulut dapat mengubah sisa gula dari makanan atau minuman menjadi asam. Asam ini lama-kelamaan merusak lapisan gigi dan membentuk lubang.

Pada tahap awal, gigi berlubang pada anak bisa terlihat seperti bercak putih, cokelat, atau kehitaman di permukaan gigi. Jika dibiarkan, lubang bisa bertambah besar dan membuat anak merasa ngilu, sakit saat makan, atau bahkan mengalami bengkak pada gusi.

Menurut American Dental Association, gigi susu yang rusak karena lubang dapat memengaruhi kesehatan gigi permanen anak. Karena itu, gigi susu berlubang sebaiknya tidak langsung dianggap aman hanya karena nanti akan tanggal.

Apakah Gigi Susu Berlubang Perlu Ditambal?

Pada banyak kondisi, gigi susu berlubang perlu ditambal. Tujuan tambalan bukan hanya menutup lubang, tetapi juga mencegah kerusakan semakin dalam, mengurangi rasa sakit, dan membantu gigi tetap berfungsi sampai waktunya tanggal secara alami.

Jika lubangnya masih kecil, tambalan biasanya bisa menjadi perawatan yang cukup sederhana. Dokter gigi akan membersihkan bagian gigi yang rusak, lalu menutupnya dengan bahan tambal agar bentuk dan fungsi gigi kembali lebih baik.

Namun, tidak semua gigi susu berlubang otomatis harus ditambal. Jika gigi sudah sangat dekat dengan waktu tanggal alami dan lubangnya kecil tanpa keluhan, dokter gigi mungkin menyarankan pemantauan. Sebaliknya, jika lubang sudah besar, anak sering sakit gigi, atau ada tanda infeksi, perawatan perlu segera dilakukan.

Kenapa Gigi Susu Tidak Boleh Dibiarkan Berlubang?

Gigi susu berlubang yang dibiarkan bisa menyebabkan rasa sakit. Anak mungkin jadi sulit makan, rewel, malas menyikat gigi, atau menghindari makanan tertentu karena giginya terasa ngilu.

Selain itu, lubang yang tidak dirawat bisa semakin dalam hingga mengenai saraf gigi. Jika sudah sampai tahap ini, anak bisa mengalami nyeri berdenyut, sulit tidur, atau bengkak di area gusi dan wajah.

Gigi susu yang rusak parah juga bisa tanggal terlalu cepat. Jika gigi susu tanggal sebelum waktunya, ruang untuk gigi permanen bisa berubah. Akibatnya, gigi permanen berisiko tumbuh tidak rapi atau berjejal.

Itulah mengapa gigi susu tetap perlu dirawat. Menunggu gigi tanggal sendiri tanpa pemeriksaan dokter gigi bisa berisiko, terutama jika lubangnya sudah besar atau anak mulai mengeluh sakit.

Apa Penyebab Gigi Susu Berlubang?

Salah satu penyebab paling umum adalah kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis terlalu sering. Permen, cokelat, biskuit manis, susu dengan tambahan gula, jus kemasan, atau minuman manis dapat meningkatkan risiko gigi berlubang jika tidak diimbangi dengan kebersihan gigi yang baik.

Kebiasaan minum susu dari botol sampai anak tertidur juga bisa memicu kerusakan gigi, terutama pada gigi depan atas. Saat anak tidur, produksi air liur berkurang. Jika sisa susu menempel terlalu lama di gigi, bakteri lebih mudah berkembang.

Selain itu, cara menyikat gigi yang kurang tepat juga menjadi faktor penting. Anak biasanya belum bisa membersihkan gigi dengan sempurna, sehingga masih membutuhkan bantuan dan pengawasan orang tua.

Faktor lain seperti jarang kontrol ke dokter gigi, penggunaan pasta gigi yang tidak sesuai, atau kebiasaan ngemil terlalu sering juga bisa membuat gigi susu lebih mudah berlubang.

Apa Tanda-Tanda Gigi Susu Anak Berlubang?

Tanda awal gigi susu berlubang bisa berupa bercak putih pada permukaan gigi. Bercak ini sering tidak disadari karena belum terlihat seperti lubang. Lama-kelamaan, bercak bisa berubah menjadi kecokelatan atau kehitaman.

Anak juga bisa mengeluh giginya sakit saat makan makanan manis, dingin, atau saat mengunyah. Pada beberapa anak, keluhannya tidak selalu jelas. Mereka mungkin hanya menolak makan, mengunyah di satu sisi, atau menjadi lebih rewel dari biasanya.

Jika lubang sudah lebih dalam, anak bisa mengalami sakit gigi spontan, nyeri saat malam hari, bau mulut, atau gusi bengkak. Jika sudah muncul bengkak atau nanah, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi.

Perbedaan Gigi Susu Berlubang Ringan dan Parah

Aspek Gigi Berlubang Ringan Gigi Berlubang Parah
Tampilan Bercak putih, cokelat kecil, atau lubang kecil Lubang besar, gigi tampak keropos atau patah
Rasa sakit Tidak sakit atau hanya ngilu ringan Sakit saat makan, nyeri berdenyut, atau sakit spontan
Gusi sekitar Biasanya tidak bengkak Bisa bengkak, merah, atau muncul nanah
Nafsu makan anak Umumnya tidak terganggu Anak bisa sulit makan atau mengunyah satu sisi
Perawatan Tambal gigi atau pemantauan sesuai kondisi Bisa perlu tambalan besar, perawatan saraf gigi anak, atau pencabutan jika sudah tidak bisa dipertahankan

Kapan Gigi Susu Berlubang Perlu Ditambal?

Gigi susu biasanya perlu ditambal jika lubangnya masih bisa diperbaiki dan gigi tersebut masih dibutuhkan untuk fungsi mengunyah serta menjaga ruang gigi permanen. Semakin kecil lubangnya, biasanya perawatan juga lebih sederhana.

Tambalan juga diperlukan jika anak mulai merasa ngilu, makanan sering terselip, atau lubang terlihat semakin besar. Menutup lubang lebih awal dapat membantu mencegah bakteri masuk lebih dalam.

Jika gigi susu tersebut masih lama tanggalnya, dokter gigi biasanya akan berusaha mempertahankannya. Misalnya, gigi geraham susu biasanya masih digunakan anak selama beberapa tahun sebelum digantikan oleh gigi permanen. Jika gigi ini berlubang dan dibiarkan, anak bisa mengalami gangguan makan atau masalah susunan gigi di kemudian hari.

Kamu bisa membaca informasi layanan terkait di halaman tambal gigi MyDentismile.

Kapan Gigi Susu Berlubang Tidak Cukup Ditambal?

Ada kondisi tertentu ketika tambalan biasa tidak cukup. Misalnya, jika lubang sudah terlalu dalam dan mendekati saraf gigi. Pada kondisi ini, anak bisa merasa sakit berdenyut atau nyeri yang cukup mengganggu.

Jika saraf gigi sudah terinfeksi, dokter gigi mungkin menyarankan perawatan saraf gigi anak atau perawatan lain sesuai kondisi. Tujuannya adalah mengatasi infeksi dan mempertahankan gigi selama masih memungkinkan.

Namun, jika gigi sudah rusak sangat parah, tidak bisa dipertahankan, atau infeksi sudah berat, pencabutan bisa menjadi pilihan terakhir. Keputusan ini tetap perlu pemeriksaan langsung oleh dokter gigi, karena setiap anak memiliki kondisi yang berbeda.

Apakah Gigi Susu Berlubang Boleh Dibiarkan Sampai Copot Sendiri?

Gigi susu berlubang sebaiknya tidak langsung dibiarkan hanya karena nanti akan copot. Jika gigi tersebut memang sudah goyang, hampir tanggal, tidak sakit, dan lubangnya kecil, dokter gigi mungkin hanya menyarankan observasi.

Namun, jika gigi belum waktunya tanggal, lubangnya besar, anak sakit saat makan, atau ada tanda infeksi, gigi tersebut perlu dirawat. Membiarkan gigi berlubang terlalu lama bisa membuat anak tidak nyaman dan meningkatkan risiko masalah yang lebih serius.

Orang tua sebaiknya tidak menebak sendiri apakah gigi anak perlu ditambal atau tidak. Pemeriksaan dokter gigi membantu menentukan apakah gigi masih bisa dipertahankan, perlu ditambal, atau membutuhkan perawatan lain.

Apa Cara Mencegah Gigi Susu Berlubang?

Pencegahan gigi susu berlubang dimulai dari kebiasaan membersihkan gigi sejak dini. Setelah gigi anak tumbuh, bersihkan gigi secara rutin menggunakan sikat gigi anak dan pasta gigi berfluoride sesuai usia.

Orang tua sebaiknya tetap membantu atau mengawasi anak saat menyikat gigi, terutama jika anak masih kecil. Anak mungkin sudah bisa memegang sikat gigi sendiri, tetapi belum tentu mampu membersihkan semua permukaan gigi dengan baik.

Batasi frekuensi makanan dan minuman manis. Bukan berarti anak tidak boleh makan manis sama sekali, tetapi sebaiknya tidak terlalu sering dan tidak dibiarkan menempel lama di gigi. Setelah makan manis, biasakan anak minum air putih dan menyikat gigi sesuai jadwal.

Hindari kebiasaan anak tidur sambil minum susu dari botol, terutama jika setelahnya gigi tidak dibersihkan. Kebiasaan ini dapat membuat sisa susu menempel lama di gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

Selain perawatan di rumah, pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga penting. Kamu bisa melihat layanan perawatan lainnya melalui halaman layanan MyDentismile.

Kapan Anak Harus ke Dokter Gigi?

Anak sebaiknya dibawa ke dokter gigi jika terlihat ada bercak putih, cokelat, atau hitam pada giginya. Pemeriksaan juga perlu dilakukan jika anak mengeluh sakit gigi, sulit makan, sering mengunyah di satu sisi, atau ada bau mulut yang tidak biasa.

Segera periksa jika gusi anak bengkak, muncul benjolan kecil seperti jerawat di gusi, atau anak mengalami nyeri sampai sulit tidur. Gejala seperti ini bisa menandakan infeksi dan perlu ditangani lebih cepat.

Di MyDentismile, pemeriksaan gigi anak dapat membantu orang tua mengetahui apakah gigi susu berlubang cukup ditambal, perlu perawatan lanjutan, atau masih bisa dipantau terlebih dahulu.

FAQ Seputar Gigi Susu Berlubang

1. Kalau gigi susu nanti copot, kenapa harus dirawat?

Karena gigi susu membantu anak mengunyah, berbicara, dan menjaga ruang untuk gigi permanen. Jika rusak terlalu cepat, bisa mengganggu kenyamanan dan pertumbuhan gigi berikutnya.

2. Apakah tambal gigi anak sakit?

Umumnya tidak sakit. Dokter gigi akan menyesuaikan tindakan dengan kondisi anak agar perawatan lebih nyaman.

3. Apa tanda gigi susu berlubang sudah parah?

Tandanya bisa berupa nyeri berdenyut, anak sulit makan, gusi bengkak, muncul nanah, atau gigi tampak keropos besar.

Layanan Kami

Kontak Kami

Konsultasi Sekarang Untuk Perawatan Gigi Anda dan Dapatkan penawaran menarik untuk layanan di MyDentismile dengan mengklik tombol di bawah ini!

Eksplorasi konten lain dari MyDentismile Dental Clinic

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Verified by MonsterInsights