Apa Bedanya Plak dan Karang Gigi? Ini Penjelasannya

Apa Bedanya Plak dan Karang Gigi? Ini Penjelasannya
Drg Richyani Putri
Apa Bedanya Plak dan Karang Gigi

Memahami perbedaan plak dan karang gigi penting karena cara membersihkannya juga tidak sama. Plak masih bisa dibersihkan dengan kebiasaan menyikat gigi dan flossing yang benar. Namun, kalau plak sudah berubah menjadi karang gigi, biasanya tidak cukup hanya dibersihkan dengan sikat gigi di rumah.

Apa Itu Plak Gigi?

Plak gigi adalah lapisan tipis, lunak, dan lengket yang terbentuk di permukaan gigi. Lapisan ini berisi bakteri, sisa makanan, dan air liur. Biasanya plak terasa seperti permukaan licin atau agak kasar saat lidah menyentuh gigi, terutama ketika kamu belum menyikat gigi dalam waktu cukup lama.

Menurut American Dental Association, plak mengandung bakteri yang dapat menghasilkan asam setelah kita mengonsumsi makanan atau minuman manis. Asam inilah yang lama-kelamaan bisa merusak enamel gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

Plak bisa muncul setiap hari. Karena itu, membersihkan gigi tidak cukup dilakukan sesekali saja. Menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan sela gigi sangat penting untuk mencegah plak menumpuk terlalu lama.

Apa Itu Karang Gigi?

Karang gigi adalah plak yang sudah mengeras. Dalam istilah kedokteran gigi, karang gigi juga disebut kalkulus. Karang gigi biasanya terbentuk ketika plak tidak dibersihkan dengan baik, lalu bercampur dengan mineral dari air liur dan mengeras di permukaan gigi.

Karang gigi sering terlihat sebagai lapisan keras berwarna putih kekuningan, kecokelatan, atau bahkan kehitaman. Biasanya paling sering muncul di bagian belakang gigi depan bawah, area dekat gusi, atau bagian gigi yang sulit dijangkau saat menyikat gigi.

Berbeda dengan plak, karang gigi tidak bisa hilang hanya dengan sikat gigi biasa. Jika sudah terbentuk, karang gigi perlu dibersihkan melalui tindakan scaling oleh dokter gigi. Kamu bisa membaca lebih lanjut tentang prosedur ini di halaman layanan scaling gigi MyDentismile.

Perbedaan Plak dan Karang Gigi

Aspek Plak Gigi Karang Gigi
Tekstur Lunak dan lengket Keras dan menempel kuat pada gigi
Cara Membersihkan Bisa dibersihkan dengan sikat gigi dan floss Harus dibersihkan dengan scaling di dokter gigi
Warna Bening atau putih tipis, sering tidak terlihat Putih kekuningan, cokelat, atau kehitaman
Bentuk Lapisan tipis Seperti kerak yang menempel di gigi
Risiko Bau mulut, gigi berlubang, radang gusi Radang gusi lebih parah, tempat bakteri berkembang

Kenapa Plak Bisa Berubah Menjadi Karang Gigi?

Plak bisa berubah menjadi karang gigi karena tidak dibersihkan secara rutin atau cara membersihkan giginya kurang tepat. Misalnya, menyikat gigi terlalu cepat, tidak membersihkan sela-sela gigi, atau sering melewatkan area dekat gusi.

Sisa makanan dan bakteri yang terus menempel akan membentuk lapisan plak. Jika plak ini dibiarkan terlalu lama, mineral dari air liur dapat membuatnya mengeras. Setelah mengeras, plak tersebut berubah menjadi karang gigi.

Itulah mengapa sebagian orang merasa sudah menyikat gigi setiap hari, tetapi tetap memiliki karang gigi. Bukan berarti menyikat giginya tidak berguna, tetapi mungkin ada area yang belum terjangkau dengan baik.

Apa Bahayanya Jika Plak dan Karang Gigi Dibiarkan?

Plak dan karang gigi yang dibiarkan bisa menyebabkan beberapa masalah. Salah satu yang paling sering adalah bau mulut. Bakteri yang berkembang di area gigi dan gusi dapat menghasilkan aroma tidak sedap, terutama jika kebersihan mulut kurang terjaga.

Selain itu, plak juga dapat memicu gigi berlubang. Ketika bakteri menghasilkan asam, lapisan enamel gigi bisa terkikis perlahan. Jika tidak segera ditangani, lubang pada gigi bisa semakin dalam dan menyebabkan rasa ngilu atau sakit.

Karang gigi juga dapat menyebabkan radang gusi. Tandanya bisa berupa gusi merah, bengkak, mudah berdarah saat menyikat gigi, atau terasa tidak nyaman. Jika dibiarkan lebih lama, masalah gusi bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan memengaruhi jaringan penyangga gigi.

Apakah Karang Gigi Bisa Dibersihkan Sendiri di Rumah?

Karang gigi sebaiknya tidak dibersihkan sendiri menggunakan benda tajam atau alat yang tidak steril. Meskipun terlihat seperti kerak biasa, karang gigi menempel kuat pada gigi dan area gusi. Jika kamu mencoba mengikisnya sendiri, ada risiko gusi terluka, enamel gigi rusak, atau terjadi iritasi.

Cara yang aman untuk membersihkan karang gigi adalah dengan scaling. Prosedur ini dilakukan menggunakan alat khusus untuk mengangkat karang gigi dari permukaan gigi dan area sekitar gusi. Setelah scaling, gigi biasanya terasa lebih bersih, permukaannya lebih halus, dan napas bisa terasa lebih segar.

Cara Mencegah Plak dan Karang Gigi

Pencegahan plak dan karang gigi dimulai dari kebiasaan sederhana. Sikat gigi minimal dua kali sehari, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berfluoride dan sikat gigi dengan gerakan lembut, bukan terlalu keras.

Selain itu, bersihkan sela gigi menggunakan dental floss atau alat pembersih sela gigi. Area sela gigi sering menjadi tempat sisa makanan terselip dan sulit dijangkau oleh sikat gigi biasa.

Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis terlalu sering. Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi frekuensinya perlu diperhatikan. Semakin sering gigi terpapar gula, semakin besar peluang bakteri menghasilkan asam yang merusak gigi.

Jangan lupa untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi masalah sejak awal, termasuk plak, karang gigi, gigi berlubang, atau tanda radang gusi yang mungkin belum terasa sakit. Kamu juga bisa membaca tips perawatan lainnya di halaman perawatan gigi MyDentismile.

Kapan Harus Periksa ke Dokter Gigi?

Kamu sebaiknya periksa ke dokter gigi jika melihat ada kerak keras di sekitar gigi, gusi sering berdarah, napas terasa tidak segar meski sudah menyikat gigi, atau gigi terasa kasar saat disentuh lidah. Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda adanya penumpukan plak atau karang gigi.

Pemeriksaan juga penting jika kamu sudah lama tidak scaling. Banyak orang menunggu sampai sakit dulu baru ke dokter gigi, padahal perawatan pencegahan justru lebih nyaman dan membantu menghindari masalah yang lebih besar. Jika kamu ingin perawatan yang nyaman dan ditangani oleh dokter gigi berpengalaman, kamu bisa melakukan pemeriksaan dan scaling di MyDentismile yang juga menerima asuransi untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi tetap optimal.

FAQ Seputar Plak dan Karang Gigi

1. Apakah plak selalu berubah menjadi karang gigi?

Tidak selalu, tetapi plak yang tidak dibersihkan dalam waktu lama berpotensi mengeras menjadi karang gigi.

2. Berapa lama plak bisa menjadi karang gigi?

Plak bisa mulai mengeras menjadi karang gigi dalam waktu sekitar 24–72 jam jika tidak dibersihkan dengan baik.

3. Apakah scaling gigi sakit?

Scaling umumnya tidak sakit, tetapi bisa terasa sedikit tidak nyaman, terutama jika karang gigi sudah banyak atau gusi sedang sensitif.

4. Seberapa sering harus scaling gigi?

Idealnya setiap 6 bulan sekali, tetapi bisa lebih sering tergantung kondisi kesehatan gigi dan gusi masing-masing.

5. Apakah obat kumur bisa menghilangkan karang gigi?

Obat kumur membantu mengurangi bakteri, tetapi tidak bisa menghilangkan karang gigi yang sudah mengeras.

Layanan Kami

Kontak Kami

Konsultasi Sekarang Untuk Perawatan Gigi Anda dan Dapatkan penawaran menarik untuk layanan di MyDentismile dengan mengklik tombol di bawah ini!

Eksplorasi konten lain dari MyDentismile Dental Clinic

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Verified by MonsterInsights